Obesitas ialah faktor risiko berdasarkan dari berbagai penyakit kronis yang muncul. Jika tidak ditangani secara cepat  maupun  tepat, orang yang dengan kategori gemuk berisiko mengalami diabetes melitus berupa pada tipe 2, penyakit kantung empedu, kanker, penyakit jantung hingga kelainan reproduktif (gangguan hormon, seperti PCOS, infertilitas). Upaya yang dapat dilakukan dalam berbagai permasalahan untuk mengatasi obesitas dilakukan melalui pengaturan makan dengan pola yang sehat yaitu dengan cara diet untuk obesitas.

Inilah Program Diet Tepat untuk ObesitasSumber gambar : https://bali.tribunnews.com

Obesitas atau kegemukan merupakan kondisi kesehatan yang sekarang ini banyak dianggap sebagai penyakit oleh berbagai lembaga kesehatan dunia. Apakah seseorang termasuk dalam kategori  obesitas atau tidak berdasarkan beberapa hal yaitu terdapat beberapa cara menentukannya yakni dengan mengukur: Indeks massa tubuh (IMT) Lingkar pinggang lalu pengukuran Rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP), juga melalui perhitungan Tebal lipatan kulit dengan alat ukur yang bernama skinfold, menentukan pula Kadar lemak tubuh melalui penggunaan sebuah alat bioelectrical impedance analysis (BIA).

 

Berdasarkan berbagai cara tersebut untuk pengukuran indeks massa tubuh ialahn salah satu cara yang paling sering digunakan akibat mudah untuk dilaksanakan. IMT  kemudian dapat melalui perhitungan dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan tinggi badan dalam meter kuadrat. Anda menggunakan kalkulator IMT dalam memperoleh pengetahuan tentang apakah berat badan yang Anda miliki normal atau tidak. Acuannya  yaitu apabila kurus berat kurang dari 18.5 kg/m², lalu normal sebesar 18,5-22,9 kg/m², memiliki berat badan lebih (overweight) ialah 23-24,9 kg/m² , kemudian obesitas tingkat 1: 25-29,9 kg/m² , dilanjut Obesitas tingkat 2 sebesar lebih dari sama dengan 30 kg/m². Nilai di atas memaparkan, seseorang dikatakan obesitas atau gemuk jika memiliki IMT di atas angka 25 kg/m².

READ  Bagaimana Cara Mengobati Keratosis Aktinik?

Seseorang yang dikategorikan obesitas maka disarankan untuk menerapkan pola diet untuk obesitas. Apa saja macamnya, mari disimak!

Dalam mengatasi permasalahan obesitas dengan diet menandakan bahwa Anda bukan berarti makan hanya menjadi sekali pada waktu sehari atau bahkan tidak makan seharian. Hal ini tentunya tidak menghilangkan fakta bahwa tubuh tetap butuh makan untuk menghasilkan energi. Oleh karena itu, Anda tetap boleh makan tiga kali sehari, atau dengan dua kali selingan dalam sehari. Berdasarkan Medical News Today, peneliti dari Doshisha Women’s College of Liberal Arts di Kyoto menyebutkan bahwa Jepang mengumpulkan responden data dari 136 negara. Penelitian menemukan bahwa negara dengan konsumsi rata-rata 150 gram nasi per hari memiliki angka obesitas yang lebih rendah ketimbang negara dengan konsumsi nasi dalam rata-rata global, sekitar 14 gram per hari.

READ  Alasan terkena obesitas atau berat badan

Di bawah ini dipaparkan contoh menu makan yang tepat dalam program diet untuk obesitas sehingga terjadi penurunan berat badan dilansir dari laman Hello Sehat.

  1. Makan pagi
  • Anda memerlukan nasi yang seukuran ½ gelas belimbing
  • Lalu juga menambahkan 1 butir telur dimasak secara orak-arik
  • Sediakan 1 mangkuk sayur bening. Sayur bening yang disajikan merupakan sayur yang tidak bersantan dengan isi ⅓ gelas wortel yang telah dipotong-potong, dan buncis yang sudah dipotong-potong sebanyak ⅓ gelas
  • Jangan lupa tambahkan potong buah pepaya sekitar 55 gram.
  1. Selingan pagi
  • Minum gelas susu skim 200 ml
  • Anda dapat potong buah melon untuk dikonsumsi sekitar 55 gram
  1. Makan siang
  • Sediakan ¾ nasi dalam gelas belimbing atau 2 centong rice cooker pada 100 gram nasi.
  • Pilihan lainnya yaitu dengan menumis tempe sebagai sumber protein nabati. Silahkan kreasikan dengan memotong  bentul kotak-kotak kecil 2 potong tempe berukuran sedang, lalu tumis dengan sedikit minyak (⅔ sendok teh), dan tambahkan kecap.
  • Sajikan pula 1 mangkuk sayur sop ayam. Sayur sop segar tersebut berisi potongan daging dada ayam sekitar 25 gram, potongan wortel sebanyak ½ gelas, potongan kol putih sebanyak ½ gelas, dan potongan jagung sebanyak ¼ gelas.
  1. Selingan sore
  • Minumlah dengan cermat 1 gelas susu skim (tanpa lemak) 200 ml
  • Konsumsi pula 1 buah apel segar
READ  Alergi Debu Adalah Alergi Umum

                                                Sumber gambar : https://www.parentingclub.co.id

  1. Makan malam
  • Untuk makan malam, anda dapat mengonsumsi ¾ nasi dalam gelas belimbing atau 2 centong rice cooker sekitar 100 gram nasi.
  • Potonglah 1 potong sedang daging yang dimasak semur
  • Sajikan 1 porsi capcay. Capcay yang Anda buat berisi aneka sayuran yang sudah dipotong-potong seperti wortel sebanyak ¼ gelas, sawi sebanyak ¼ gelas, kembang kol sebanyak ¼ gelas, dan 1 buah bakso.
  • Jangan tinggalkan 1 buah jeruk segar.