Bagaimana Cara Mengobati Keratosis AktinikSumber: dictio.id

            Keratosis aktinik? Pernahkah kamu mendengar tentang penyakit ini sebelumnya? Namanya memang tidak begitu familiar karena penyakit ini memang jarang terjadi. Lalu apa itu keratosis aktinik? Bagaimana cara mengobati keratosis aktinik ini? Kamu dapat menyimak penjelasan ini lebih lanjut seputar penyakit keratosis aktinik. Apa itu keraotisis aktinik? Menurut klikdokter.com penyakit ini merupakan kondisi di mana terdapat plak yang kasar dan bersisik pada kulit. Hal ini akan berkembang akibat dari paparan terhadap sinar matahari secara menahun. Dilansir dari halodoc.com keratosis aktinik adalah keadaan kulit yang kasar dan bersisik akibat paparan ultraviolet dari sinar matahari dalam waktu lama dan biasanya selama bertahun-tahun. Kondisi ini terjadi pada wajah, bibir, telinga, kulit kepala, leher, kaki atau lengan. Menurut alodokter.com keratosis aktinik adalah kondisi kulit menjadi kasar, bersisik dan menebal sebagai akibat dari paparan sinar matahari dengan jangka waktu lama atau karena menggunakan alat tanning untuk menghitamkan kulit. Keratosis aktinik juga memiliki nama lain yaitu solar keratosis dan dapat mengalami pembesaran yang lambat dan umumnya tidak menyebabkan tanda atau gejala lain selain plak pada kulit tersebut.

READ  Mengenal Beragam Informasi Seputar Jenis-Jenis Alergi

Sebelum kamu mengetahui cara mengobati keratosis aktinik, kamu perlu tahu penyebab dan gejala yang akan dialami oleh penderita penyakit ini. Penyakit ini dapat disebabkan oleh paparan yang sering atau intens terhadap sinar ultraviolet. Namun terdapat penyebab lainnya yang lebih berbahaya seperti radiasi ultraviolet dari lampu salon tanning. Selain itu paparan ekstensif terhadap X-ray atau sejumlah bahan kimia industri dapat menjadi pemicu penyakit ini.  Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun menurut klikdokter.com terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini seperti berusia di atas empat puluh tahun, memiliki kerentanan untuk mengalami bintik-biktik pada kulit atau luka bakar bila terpapar sinar matahari, memiliki sisitem daya tahan tubuh yang lemah sebagai akibat dari kemoterapi, leukimia, AIDS atau acquired immunodeficiency syndrome atau pengobatan untuk transplantasi organ.

READ  Alasan terkena obesitas atau berat badan

Lalu apa saja gejalanya? Menurut alodokter.com gejala dari penyakit ini umumnya timbul pada bagian kulit yang sering terpapar langsung cahaya matahari. Gejala lainnya adalah seperti kulit bersisik, kasar dan menebal, kulit berubah warna menjadi kemerahan atau kecokelatan dan area kulit yang mengalami kelainan berdiameter 2,5 cm atau lebih kecil. Penyakit ini juga menyebabkan rasa sakit dan gatal serta panas di sekitar area kulit. Kelainan pada kulit ini biasanya terjadi di kulit, kepala, wajah, bibir dan punggung tangan. Selain itu bagian kulit dapat rata atau sedikit menonjol, dan dapat terasa gatal atau ada sensasi terbakar. Gejala lainnya adalah timbulnya plak yang rata dengan kulit atau sedikit meninggi pada lapisan terluar dari kulit. Pada sebagian kasus, dapat diamai terdapatnya lapisan yang keras dan menyerupai kutil.

READ  Menu Sehat untuk Olahragawan

Lalu bagaimana cara mengobati keratosis aktinik? Penyakit ini kadang dapat mereda dengan sendirinya. Namun, juga dapat timbul kembali setelah paparan terhadap sinar matahari berlanjut. Beberapa pilihan penanganan yang dapat dilakukan untuk penyakit ini adalah terapi fotodinamik. Pada terapi ini, dokter dapat mengoleskan cairan kimia pada bagian kulit tertentu yang terlibat untuk membuat lebih sensitif terhadap cahaya. Lalu area tersebut dipaparkan terhadap sinar buatan untuk membantu menghancurkan sel kulit yang rusak. Selain itu, pada penderita dengan beberapa lesi keratosis aktinik, disarankan untuk melakukan penanganan pada seluruh area yang terlibat.